ANALISIS DENGAN DIAGRAM KETERHUBUNGAN ENTITAS
(ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM/ERD)
1. Model Entity Relationship (Model ER)
ERD adalah model konseptual yang mendeskripsikan
hubungan antara penyimpanan (dalam DFD). ERD digunakan untuk memodelkan
struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan
mengabaikan proses yang dilakukan.
ERD pertama kali dideskripsikan
oleh Peter Chen yang dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak CASE. Notasi
yang digunakan dalam ERD dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :
2. Kardinalitas Relasi
Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah
entitas yang disebut dengan derajad relasi. Derajad relasi maksimum disebut
dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Jadi
kardinalitas relasi menunjukkan
IX_ERD
1
jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas
pada himpunan entitas lain. Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua
himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa :
1. Satu ke satu (one to one/ 1-1)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya.
2.
Satu ke banyak (one to many/ 1- N)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya.
3.
Banyak ke banyak (many to many/ N –N)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya.
3. Tahapan Pembuatan ERD
Diagram
ER dibuat secara bertahap, ada dua kelompok pentahapan yang biasa ditempuh
didalam pembuatan diagram ER, yaitu :
1. Tahap pembuatan diagram ER awal (preliminary design)
2. Tahap optimasi diagram ER (final design)
Tujuan dari8 tahap pertama adalah untuk mendapatkan sebuah
rancangan basis data minimal yang dapata mengakomodasi kebutuhan penyimpanan
data terhadap sistem yang sedang ditinjau. Tahap awal ini umumnya mengabaikan
anomali-anomali (proses pada basis data yang memberikan efek sampaing yang
tidak diharapkan) yang menang ada sebagai suatu fakta. Anomali-anomali tersebut
biasanya baru dipertimbangkan pada tahap kedua.
Tahap kedua mempertimbangkan anomali-anomali dan juga
memperhatikan aspek-aspek efisiensi, performasi dan fleksibilitas. Tiga hal
tersebut seringkali dapat saling bertolak belakang. Karena itu, tahap kedua ini
ditempuh dengan melakukan koreksi terhadap tahap pertama. Bentuk koreksi yang
terjadi dapat berupa pendekomposisian himpunan entitas, penggabungan himpunan
entitas, pengubahan derajad relasi, penambahan relasi baru atau perubahan
(penambahan dan pengurangan) atribut-atribut untuk masing-masing entitas dan
relasi.
IX_ERD
2
Langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk
mendapatkan ERD awal adalah :
1. Mengidentifikasi dan menetapkan
seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
2. Menetukan atribut-atribut key
(kunci) dari masing-masing himpunan entitas.
3. Mengidentifikasi dan menetapkan
seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada
beserta foreign-keynya (kunci asing/ kunci tamu).
4. Menentukan derajad /kardinalitas
relasi untuk setiap himpunan relasi.
5. Melengkapi himpunan entitas dan
himpunan relasi dengan atribut dekriptif (atribut yang bukan kunci)
4. Implementasi Basis Data
Tahap
implementasi basis data merupakan upaya untuk membangun basis data fisik yang
ditempatkan dalam memori sekunder dengan bantuan DBMS (Database Management
System) yang dipilih. Secara umum sebuah diagram Er akan direpresentasikan menjadi
sebuah basis data secara fisik, sedangkan komponen-komponen diagram ER yang
berupa himpunan entitas dan himpunan relasi akan ditranformasi menjadi
tabel-tabel (file-file data) yang merupakan komponen utama pembentuk basis
data.
Setiap
himpunan entitas akan diimplementasikan menjadi sebuah tabel (file data),
sedangkan himpunan relasi tergantung pada derajad relasi. Untuk kardinalitas
relasi 1 – 1 , maka relasi tidak diimplentasi menjadi tabel tetapi atribut pada
relasi akan disertakan pada tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan
entitas dengan mempertimbangakn derajad relasi minimunnya. Untuk kardinalitas
relasi 1 – N juga akan direpresentasikan dengan penambahan atribut yang ada
pada relasi ke tabel yang mewakili himpunan entitas yang berderajad banyak (N).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar